Pengalaman kuliah di swedia

Pada post kali ini, saya hendak membagi sedikit pengalaman saya dan hal-hal menarik yang saya temui setelah kurang lebih selama 7 bulan atau 28 purnama melanjutkan kuliah tingkat Master untuk program Machine Learning di KTH Royal Institute of Technology di Stockholm, Swedia.

Latar belakang

Semua itu bermula dan diawali dengan saya mendaftarkan diri kuliah di universitas di Swedia pada awal Januari 2013. Pendaftaran dilakukan di satu tempat terpadu, yaitu university admission (https://www.universityadmissions.se/intl/start) dengan membayar biaya pendaftaran sekitar 900 SEK. Untuk biaya kuliah dan biaya hidup, saya mendaftar ke beasiswa Swedish Institute (http://studyinsweden.se/scholarship/swedish-institute-study-scholarships/)

universityadmission

si scholarship

Setelah pengumuman penerimaan universitas lewat website, datanglah paket, kotak merah, dari KTH yang isinya kurang lebih kalendar, buku petunjuk mahasiswa baru, dan flash disk berisi video profil KTH.

kotakmerahkth.

Seminggu setelah pengumuman universitas, keluarlah pengumuman untuk beasiswa, dan Alhamdulillah nama saya keluar sebagai salah satu penerima dari Indonesia, bersama 14 teman saya lainnya.

Berangkatlah saya ke Swedia pada tanggal 15 Agustus 2013, di penghujung, akhir musim panas.

Tujuhbelasan

Karena saya berangkat sebelum tanggal 17 Agustus, maka saya merasakan tujuhbelasan di negeri orang. Melihat bendera merah putih berkibar di negeri orang adalah pengalaman yang cukup berkesan.

merahputih

Di kota Vienna ternyata ada bendera merah putih juga yang berkibar. Namun, ternyata itu adalah bendera kota Vienna itu sendiri.

benderavienna

Perkuliahan

kthdaridepan

Beban kuliah saya adalah 120 ECTS (European Credit Transfer and Accumulation System). Jika dibagi kedalam 2 tahun, maka saya harus menyelesaikan 60 credit untuk tahun pertama, 30 credit untuk semester 3, dan 30 credit sisanya untuk thesis.

Kuliah di dalam setahun dibagi menjadi 2 semester. Masing-masing semester dibagi lagi menjadi 2 period dimana masing-masing period kurang lebih berjalan selama 2 bulan. Dalam 1 period normalnya mengambil 2 mata kuliah yang masing-masing bebannya 7.5 credit walaupun hal ini bergantung dari mata kuliah dan program masing-masing.

Hal menarik lainnya adalah ujian akhir bisa berlangsung hingga 5 jam. Tak jarang mahasiswa membawa botol air minum dan makanan ringan agar bisa bertahan duduk mengerjakan soal selama itu. Selain itu ujian biasanya bisa diulang, dengan jarak sekitar 1 bulan setelah ujian sebelumnya berakhir, istilahnya reexam (walaupun saya belum pernah coba).

Yang menarik lagi, sistem perkuliahan di KTH menganut academic quarter, atau kuliah dimulai 15 menit dari waktu yang ditetapkan. Dan setiap satu jam sekali akan ada istirahat sekitar 15 menit. Hal ini sangat membantu apalagi kalau jadwal kuliahnya panjang langsung 4 jam. Bisa teler kalau tidak ada istirahat.

Perpustakaan

Setelah mendaftar ke kantor pajak Swedia (skatteverket) dan memiliki personnummer, maka kita bisa mendaftar dan meminjam buku dari perpustakaan Stockholm. Buku dapat dipinjam dari perpus manapun dan juga dapat dikembalikan ke perpus mana saja yang kita mau. Perpustakaan di Stockholm sendiri jumlahnya banyak, hampir tiap kommun memiliki perpus tersendiri. Namun yang terbesar tentunya adalah Perpus publik Stockholm atau Stockholm Stadsbiblioteket.

perpus

Kartu

Orang Swedia suka kartu. Total saya punya 13 kartu baru sejak datang ke Swedia.

kartu

Transportasi

Transportasi di Stockholm sangat bagus, dimana jumlah angkutan yang tersedia banyak dan memiliki jadwal yang tepat. Rute transportasi juga menjangkau hingga daerah-daerah terjarang di Stockholm. Namun kualitas yang bagus itu harus dibayar dengan harga tiket yang tidak murah. Satu kali naik sarana transportasi untuk zona yang sama harganya sekitar 36 SEK dan harga tiket bulanan untuk pelajar adalah 560 SEK atau hampir 1 juta rupiah.

kereta

Masjid

Ada masjid di Stockholm yang terletak di daerah Medborgarplatsen. Bisa dijangkau dengan menggunakan tunnelbana jalur hijau berhenti di Medborgarplatsen atau menggunakan bis nomor 59 arah Norra Hammarbyhamen. Khutbah jum’at biasanya menggunakan bahasa Arab, yang kemudian diterjemahkan ke bahasa Swedia.

masjid

Pos

Disini Swedia tidak ada lagi kantor pos. Sebagai gantinya, tersedialah banyak kotak surat di semua penghujung kota dimana masyarakat tinggal memasukkan surat kedalamnya yang kemudian akan diambil dan diantarkan oleh petugas setiap waktu tertentu. Perangko sendiri bisa dibeli di toko minimarket seperti Seven-Eleven dan pressbyran atau supermarket seperti ICA dan Co-op.

kotakpos

Stockholm

Kota Stockholm sendiri adalah kota yang sangat indah dan nyaman untuk dihuni. Berikut sedikit cuplikan kondisi Stockholm dari berbagai waktu dan tempat.

halloween

lampuwinter

3seasons

collage stockholm

Internet

Internetnya juga cukup kencang disini.

speedtest

Yak, demikian yang bisa saya utarakan pada post kali ini. Post berikutnya akan kembali membahas mengenai Machine Learning dan kerabatnya (kalau saya enggak malas). Untuk penutup, tinggal di luar negeri tidaklah mudah namun sangat layak untuk diperjuangkan. Hal yang diperoleh tidak hanya dalam bentuk ilmu yang didapat di kelas saja namun juga dari pengalaman bagaimana ketika kita berhadapan dan merasakan semua hal yang sebelumnya belum pernah ditemui. Hal ini bisa dalam bentuk pergaulan dengan orang-orang yang lebih beragam lagi latar belakangnya dibanding yang ditemui dari tempat asal namun juga kondisi geografis dan lingkungan yang bisa sangat berbeda dan membuat takjub walau padahal sebenarnya kita masih tinggal di planet yang sama.

Salam.

Iklan

Transformasi Gambar Buta Warna

Pada post kali ini, kita akan menyimulasikan gambar yang kira-kira dilihat oleh mereka yang memiliki kekurangan penglihatan dalam hal membedakan warna atau buta warna dengan mengikuti metode yang diajukan oleh paper dengan judul Digital Video Colourmaps for Checking the Legibility of Display by Dichromats oleh Vienot et al. Hal ini tentunya akan berguna jika kita akan mendesain website atau papan pengumuman atau poster sehingga semua karya kita bisa dinikmati oleh semua orang.

Latar belakang

Pada retina di mata, manusia memiliki 2 jenis sel, yaitu sel batang (rod cell) dan sel kerucut (cone cell). Sel batang berguna untuk mengetahui tingkat kecerahan cahaya (brightness) dan berfungsi dengan baik ketika pencahayaan kurang seperti pada malam hari. Sedangkan sel kerucut bekerja ketika terdapat pencahayaan yang cukup dan berfungsi untuk membedakan warna. Terdapat tiga jenis sel kerucut yang masing-masing memiliki tingkat kesensitifan yang berbeda terhadap panjang gelombang warna, sel kerucut merah, hijau, dan biru. Persentase komposisinya kurang lebih 65% merah, 33% hijau, dan 2% biru.

Makhluk hidup yang memiliki 3 jenis sel kerucut dengan sensitivitas berbeda disebut trichromats. Beberapa hewan karnivora seperti anjing hanya memiliki dua jenis sel kerucut, alias dichromats. Sedangkan burung dan beberapa jenis ikan memiliki 4 jenis sel kerucut yang berbeda sehingga bisa disebut tetrachromats.

Buta warna sendiri adalah kondisi ketika manusia kekurangan satu jenis sel kerucut. Buta warna diperkirakan menimpa 8% dari populasi laki-laki di seluruh dunia. Ada dua jenis buta warna yang akan disimulasikan pada post ini, protan dan deutan. Protan terjadi karena mata hanya memiliki sel kerucut hijau dan biru sedangkan Deutan terjadi ketika mata hanya memiliki sel kerucut merah dan biru.

Implementasi

Berikut kode dalam Matlab.

function [ pim, dim ] = MakeDichromatIms( im )
%This function transform the input image into two different images how they
%perceived by dichromats people (protan and deutan)

    im = double(im);

    % Normalize transform the original RGB value
    im1 = (im/255).^(2.2);
    R = im1(:, :, 1);
    G = im1(:, :, 2);
    B = im1(:, :, 3);

    % Protan transform
    pR = 0.992052*R + 0.003974;
    pG = 0.992052*G + 0.003974;
    pB = 0.992052*B + 0.003974;

    % Deutan transform
    dR = 0.957237*R + 0.0213814;
    dG = 0.957237*G + 0.0213814;
    dB = 0.957237*B + 0.0213814;

    % Transformation matrix from RGB to LMS
    M = [17.8824 43.5161 4.11935;
         3.45565 27.1554 3.86714;
         0.0299566 0.184309 1.46709];

    % Protan projection
    P = [0 2.02344 -2.52581; 0 1 0; 0 0 1];

    % Deutan projection
    D = [1 0 0; 0.494207 0 1.24827; 0 0 1];

    % Precompute the transformation matrix before loop to speed things up
    Tp = inv(M)*P*M;
    Td = inv(M)*D*M;

    % Allocate the output image
    pim = zeros(size(im));
    dim = zeros(size(im));

    % Apply the transformation for each pixel
    for ii=1:size(im, 1)
       for jj=1:size(im, 2)
           protan = Tp*([pR(ii,jj) pG(ii,jj) pB(ii,jj)]');
           deutan = Td*([dR(ii,jj) dG(ii,jj) dB(ii,jj)]');

           pim(ii, jj, 1) = protan(1); pim(ii, jj, 2) = protan(2); pim(ii, jj, 3) = protan(3);
           dim(ii, jj, 1) = deutan(1); dim(ii, jj, 2) = deutan(2); dim(ii, jj, 3) = deutan(3);
       end
    end

    % Reverse the initial transform
    pim = 255*(pim.^(1/2.2));
    dim = 255*(dim.^(1/2.2));
end

–Edit–
Berikut implementasi yang memanfaatkan perkalian matrix di Matlab sehingga waktu eksekusinya 10x lebih cepat dibanding kode di atas.

function [ pim, dim ] = MakeDichromatIms2( im )
%This function transform the input image into two different images how they
%perceived by dichromats people (protan and deutan) faster using matrix
%operation in Matlab

    im = double(im);
    
    % Normalize transform the original RGB value
    im1 = (im/255).^(2.2);
    R = im1(:, :, 1);
    G = im1(:, :, 2);
    B = im1(:, :, 3);
    
    % Protan transform
    pR = 0.992052*R + 0.003974;
    pG = 0.992052*G + 0.003974;
    pB = 0.992052*B + 0.003974;
    
    % Deutan transform
    dR = 0.957237*R + 0.0213814;
    dG = 0.957237*G + 0.0213814;
    dB = 0.957237*B + 0.0213814;
    
    % Transformation matrix from RGB to LMS
    M = [17.8824 43.5161 4.11935; 
         3.45565 27.1554 3.86714; 
         0.0299566 0.184309 1.46709];
    
    % Protan projection
    P = [0 2.02344 -2.52581; 0 1 0; 0 0 1];
    
    % Deutan projection
    D = [1 0 0; 0.494207 0 1.24827; 0 0 1];

    % Precompute the transformation matrix before loop to speed things up
    Tp = inv(M)*P*M;
    Td = inv(M)*D*M;
    
    % Apply the transformation using matrix operation
    PP = Tp * [pR(:)'; pG(:)'; pB(:)'];
    DD = Td * [dR(:)'; dG(:)'; dB(:)'];
    
    % Reverse the initial transform
    PP = 255*(PP.^(1/2.2));
    DD = 255*(DD.^(1/2.2));
    
    % Reshape the computed vector back
    pim = zeros(size(im));
    pim(:,:, 1) = reshape(PP(1, :), size(R));
    pim(:,:, 2) = reshape(PP(2, :), size(G));
    pim(:,:, 3) = reshape(PP(3, :), size(B));
    
    dim = zeros(size(im));
    dim(:,:, 1) = reshape(DD(1, :), size(R));
    dim(:,:, 2) = reshape(DD(2, :), size(G));
    dim(:,:, 3) = reshape(DD(3, :), size(B));
end

Contoh keluaran dari program.

firetruck

flowers

Semoga berguna. Salam