ICPR

International Conference on Pattern Recognition (ICPR) 2014 diadakan di Stockholm pada tanggal 24-28 Agustus silam. ICPR merupakan salah satu konferensi di bidang Pattern Recognition dan Machine Learning yang terbesar, selain Neural Information Processing Systems (NIPS) dan International Conference on Machine Learning (ICML) atau saudaranya di bidang Computer Vision seperti Computer Vision and Pattern Recognition (CVPR), International Conference on Computer Vision (ICCV), dan European Conference on Computer Vision (ECCV). Tempat penyelenggaraannya adalah di Waterfront Congress center yang terletak di jantung kota Stockholm

Pada tahun ini penyelenggaranya adalah Uppsala University, Lund University, dan Linkoping University. Kebetulan salah satu chair pada konferensi tersebut adalah professor dari KTH. Maka dibukalah penawaran relawan untuk membantu penyelenggaran konferensi ini kepada semua mahasiswa yang mengambil kelas Image Analysis and Computer Vision tahun 2013 lalu. Karena tertarik maka saya ikut mendaftar menjadi salah satu dari relawan.

Tugas dari relawan antara lain adalah: menjaga registration desk, menjadi guide selama acara konferensi berlangsung, menjaga ruang penitipan jaket (plus tas dan barang lain-lain) atau cloak room, membantu pada sesi presentasi dengan mendistribusikan mic untuk presenter dan pada saat sesi tanya jawab, dan membantu memasang serta melepas poster. Relawan tidak mendapatkan upah, namun memiliki keuntungan bisa mengikuti seluruh kegiatan konferensi, termasuk acara banquet yang konon biaya totalnya bisa mencapai lebih dari 10000 SEK.

conference gears
Conference gears, yang antara lain isinya buku program, name tag, tas, dan flash disk berisi proceeding. Kaus keren eksklusif hanya didapat oleh relawan.

Seperti konferensi pada umumnya, terdapat plenary speech dari invited speaker yang merupakan expert pada bidangnya. Terdapat juga oral session untuk sekitar 200an paper yang diterima dan 600an paper untuk poster session. Sayang sekali saya tidak menemukan orang Indonesia yang presentasi di sini.

20140828_143611
Professor Stan Z. Li dari National Laboratory of Pattern Recognition memberikan plenary speech pada hari terakhir mengenai perkembangan terkini dari face recognition.
poster session
Sesi poster
oral session
Sesi presentasi oral. Yang di kiri belum banyak orang karena belum mulai.

Ada satu poster menarik tentang iris spoofing yang menyebutkan Indonesia di bagian latar belakangnya. Saya ingat ketika mengambil data untuk eKTP salah satu yang diambil adalah iris, tapi belum tahu kalau ternyata teknologi iris recognition sudah dipakai.

indonesia poster

Pada hari ketiga malam harinya diadakan banquet atau gala dinner. Acara diisi dengan penyerahan penghargaan untuk Best Paper dari semua track, serta pengangkatan presiden baru untuk International Association of Pattern Recognition (IAPR).

banquette
Menu santap malam. Pembuka: Marinated Char, Utama: Crispy Duck Breast, Penutup: Chocolate and Truffle Cake. Makanannya enak walaupun daging bebeknya terlalu kenyal (kata saya).

Acara ditutup dengan hiburan dari grup musik asal Swedia, Timoteij.

20140827_225558

ICPR yang berikutnya akan diadakan tahun 2016 di Cancun, Mexico. Semoga dapat kesempatan lagi untuk mengikuti.

cancunn
Stand ICPR 2016 dan foto cakep Cancun dari atas tempat lokasi penyelenggaraan yang saya ambil dari 500px.com

Foto (yang ada sayanya aja)

2014-08-28 213531
Foto relawan bersama. Karena tidak semua relawan bisa bertugas setiap hari, maka yang difoto ini adalah yang kebetulan ada hari Rabu saja.
IMG_1009-m
Briefing satu hari sebelum penyelenggaraan.
2014-08-25 185450
Mengumpulkan tiket masuk untuk welcome reception di Stockholm city hall.

Galeri foto lainnya bisa dilihat di http://www.cb.uu.se/~kristina/ICPR/demo.php

Iklan

Personnummer

Personnummer atau Personal Identification Number adalah nomor tunggal pengenal identitas diri yang dipakai di Swedia atau istilah kerennya Single Identity Number. Nomor ini dipakai untuk data kependudukan dan digunakan untuk berbagai keperluan seperti sekolah, bank, dan asuransi. Saya pernah diberi tahu kalau bedanya personnummer dengan nomor KTP di Indonesia adalah kalau personnummer kita pasti ingat nomornya sedangkan nomor KTP kita tidak pernah ingat. Ini bisa jadi indikasi bahwa personnummer itu tingkat ke-penting-an-nya sangat tinggi sehingga kita memang butuh mengingatnya karena penggunaannya yang masif, terstruktur, dan sistematis pada kehidupan sehari-hari. Atau memang karena nomornya lebih pendek dari nomor KTP.

Penjelasan lebih dalam dan teknis mengenai personnummer bisa dilihat pada presentasi di bawah.

Untuk kegunaan personnummer yang digunakan dalam riset bisa dilihat di slide presentasi di bawah.

Untuk mendaftar personnummer bagi kaum pendatang, kita harus datang ke kantor pajak atau skatteverket dengan membawa passport, residence permit, dan bukti tinggal di Swedia lebih dari 1 tahun (notification of selection untuk student). Nah, syarat terakhir ini yang membuat agak ‘tricky’ untuk mendapat personnummer. Salah satu kisah nyata perjuangan untuk mendapatkan personnummer bisa dibaca di sini: http://fajriahnur.wordpress.com/2014/05/18/cerita-daftar-personnummer/

skatteverket
Lokasi kantor skatteverket yang ada di sekitar Stockholm

Keuntungan memiliki personnummer cukup beragam, seperti (konon) biaya kesehatan yang jauh lebih murah. Yang ini saya belum bisa buktikan karena Alhamdulillah saya belum pernah ke dokter. Sekarang saya akan cerita tentang kegunaan personnummer yang pernah saya gunakan selain untuk buka akun bank.

1. Kartu SL

Transportasi dalam kota Stockholm yang terdiri dari bis, metro (tunnelbana), commuter rails (pendeltag), dan kapal, semuanya menggunakan kartu SL. Kartu SL ini bisa dibeli di minimarket seperti pressbyran atau SL center yang terdapat di beberapa stasiun tunnelbana dengan harga 20 SEK. Setelah dibeli, kartu SL bisa diisi dengan uang (reskasssa/travel fund) untuk melakukan pembayaran pada setiap kali perjalanan. Untuk perjalanan pada satu zona yang sama dikenakan biaya sebesar 2 kupon atau 25 SEK (1 kupon 12.5 SEK). Jika melewati zona yang berbeda maka biayanya 3 kupon dan jika dari zona A ke C atau sebaliknya dikenakan 4 kupon. Masuk ke daerah lain seperti Uppsala, dikenakan tiket tambahan lagi.

sl card
Kartu SL keren

Alternatif lain selain menggunakan travel fund adalah membeli periodbiljett atau season ticket (atau tiket abodemen kalau bahasa KRL jabodetabek jaman dulu). Tiket dimulai dari 115 SEK untuk 24 jam, 230 SEK untuk 72 jam, 300 SEK untuk 1 minggu, 790 SEK untuk 1 bulan, dan 2300 SEK untuk 3 bulan, Pelajar mendapat diskon untuk tiket 1 bulan menjadi hanya 560 SEK dan tiket 3 bulan menjadi 1540 SEK. Season ticket dan travel fund bisa diisi ditempat kartu tersebut dibeli atau di mesin tiket yang tersedia di semua stasiun tunnelbana.

ticket machine
Mesin untuk membeli tiket yang di-load ke dalam kartu SL. Pembayaran bisa menggunakan kartu dengan logo Visa atau Maestro.
zone map
Peta moda transportasi yang dibagi menjadi Zona A, B, dan C. Kalau menggunakan tiket bulanan sih tidak perlu pusing memikirkan apakah daerah tujuannya termasuk zona yang mana.

Nah, kalau misalkan kita sudah beli tiket SL kemudian diisi tiket untuk perjalanan selama 3 bulan. Kemudian kartu tersebut hilang setelah baru dipakai hanya 1 hari, wah kalau saya pasti nangis darah. Agar amannya, kartu SL bisa didaftarkan di website SL, tentunya dengan menggunakan personnummer.

Buka website sl.se kemudian pilih menu Mitt SL.

sl.se

Daftar akun baru dengan mengklik skapa konto kemudian mengisi data diri dengan benar (jangan lupa personnummer-nya).

create account

Setelah itu seharusnya ada email dari SL yang berisi kode aktivasi. Masukkan.

activate account

Setelah itu Anda bisa log-in dengan username dan password yang sudah diisi tadi.

login

Registrasi kartu Anda dengan memasukkan 10 digit kode angka yang ada di belakang kartu SL. Kasih nama juga yang bagus.

sl card back

register card

Kartu yang sudah didaftarkan akan terlihat di atas beserta isi tiket yang ada di dalamnya. Kita bisa mendaftarkan lebih dari satu kartu ke dalam sistem.

list card

Jika kartu Anda hilang, jangan panik. Klik kartu yang hilang tersebut di menu atas dan pilih Forlustanmal kort untuk memblok kartu yang hilang plus mengirimkan kartu baru ke alamat rumah kita. Loh, tahu dari mana dia alamat rumah kita? Tentunya dari nomor personnummer yang kita gunakan. Berdasarkan pengalaman saya pribadi, kartu baru sampai ke kediaman rumah dalam waktu 3 hari. Enak kan…

block card

2. Kartu Perpustakaan

Setelah kita memiliki personnummer, kita dapat membuat kartu perpustakaan secara gratis, tanpa biaya apapun, agar bisa meminjam pada lebih dari 40 perpustakaan yang tersebar di seluruh penjuru Stockholm. Jumlah buku yang bisa dipinjam dalam satu waktu adalah 50 buku. Lama waktu peminjaman adalah sekitar 4 minggu yang bisa diperpanjang sebanyak 2 kali (kecuali bukunya sudah direservasi orang lain), bisa menggunakan mesin yang sama untuk meminjam buku atau diperpanjang secara online. Buku yang sudah dipinjam dapat dikembalikan di perpus manapun yang Anda mau. Agar tidak repot mencari bukunya (kecuali Anda petualang yang senang menemukan buku-buku menarik tak terduga) di rak-rak yang jumlah banyak, Anda bisa melakukan reservasi buku secara online dengan biaya hanya 10 SEK.

Koleksi buku apa saja yang ada di perpus dapat dilihat di website https://biblioteket.stockholm.se/

biblioteket.se

Untuk mendapatkan kartu perpus, pertama kita harus registrasi secara online di https://biblioteket.stockholm.se/en/user/register

register library

Kemudian datangi perpus terdekat dan minta kartu Anda pada bagian informasi. Jika sudah maka Anda akan mendapat kartu perpus keren seperti ini. Gampang kan…

library card
Kartu perpus keren.

Ini contoh buku yang saat tulisan ini dibuat sedang dipinjam.

books
Dari kiri atas ke kanan bawah. I, Robot oleh Isaac Asimov; Flatland oleh Edwin Abbott; Time Machine oleh H.G. Wells; Black Jack oleh Osamu Tezuka; dan Time Out of Joint oleh Philip K. Dick

Semoga berguna. Salam.