The Almost Nearly Perfect People

Pada post kali ini, saya akan coba mengulas buku dengan judul The Almost Perfect People: The Truth about Nordic Miracle karya Michael Booth. Ini buku pertama yang saya tamatkan di tahun 2015. Di goodreads saya pasang target untuk baca setidaknya 6 buku tahun ini, berkurang setengah dari target tahun lalu yang gagal tercapai.

Buku ini menceritakan kisah 5 negara di penjuru Eropa Utara yang belakangan mendapat sorotan internasional. Michael Booth menyebutnya sebagai Nordic Miracle. Contohnya, Denmark adalah negara paling bahagia di muka bumi, walaupun memiliki pajak salah satu paling tinggi di dunia. Finlandia memiliki salah satu pendidikan terbaik di dunia. Norwegia tidak kalap mata dan membangun gedung2 tinggi walaupun memiliki kekayaan dari minyak. Tak lupa Swedia, negara dengan persamaan gender paling baik. dan Islandia, yang pulih dari krisis ekonomi di tahun 2008.

Michael Booth menceritakannya menjadi 5 bab untuk masing-masing negara. Mari kita tilik satu persatu.

cover
Cover bukunya

Denmark

Berhubung penulisnya pernah tinggal lama, lebih dari sepuluh tahun, di Copenhagen, ibukota Denmark, maka bab mengenai negara ini adalah bab terpanjang dari buku ini. Bab ini banyak bercerita tentang bagaimana Denmark bisa menjadi salah satu negara paling bahagia di dunia.

Alasan pertama adalah dari mentalitas dari orang Denmark yang mencari kebahagiaan di dalam setelah mengalami banyak kehilangan. Sejarahnya Denmark pada era viking pernah memiliki daerah kekuasaan yang luas, meliputi seluruh Skandinavia hingga Inggris. Epik Viking ini bisa dinikmati di komik Vinland Saga. Akan tetapi, Denmark mulai satu per satu kehilangan daerahnya pada masa perang hingga hanya memiliki daerah seperti sekarang. Hal inilah yang menyebabkan mentalitas yang diringkas ke dalam kalimat

Hvad udad tabes, skal indad vindes

yang kurang lebih artinya, “What was lost without will be found within”.

Vinland_Saga_volume_01_cover

Selain itu, alasan berikutnya adalah kesetaraan sosial. Berdasarkan data Bank Dunia, Denmark adalah salah satu negara dengan Gini index terendah, yang berarti distribusi pendapatan yang diterima antara yang paling kaya dan yang paling miskin merata (tidak seperti kasus dimana 1% populasi menguasai 99% pendapatan). Hal ini mungkin ditambah tingkat kepercayaan orang Denmark yang tinggi kepada pemerintahannya untuk mengelola pajak untuk dana pendidikan, kesehatan dan lain-lain.

Denmark juga salah satu peminum berat. Mungkin itu juga bisa jadi alasan.

Islandia

Islandia diceritakan baru pulih setelah dihantam krisis ekonomi tahun 2008. Selain itu, orang Islandia ternyata banyak yang percaya klenik, seperti elves.

Tapi mungkin salah satu yang paling menonjol dari Islandia adalah pariwisata dari keindahan alamnya. Berdasarkan pengakuan yang pernah ke sana, alam Islandia itu bagus sekali. Karena saya belum pernah menyaksikan sendiri, berikut potongan foto-foto yang diambil tanpa izin dari Google.

vatnajokull bluelagoon northern-lights-ronni

Norwegia

Fokus pertama Booth pada Norwegia adalah mengenai kasus Anders Breivik, pelaku pembunuhan total 77 orang  imigran. Hal ini menyebabkan, dan mempertanyakan masa depan multikulturalisme di Norwegia.

Hal menarik dari Norwegia adalah kekayaan minyaknya. Norwegia adalah salah satu negara pengekspor minyak terbesar di dunia. Akan tetapi, hanya 4% keuntungan minyak itu digunakan untuk konsumsi. Sisanya digunakan untuk membeli saham perusahaan di seluruh dunia. Hal ini dilakukan terus menerus hingga Oil Fund menjadi dana asing terbesar di dunia (890 miliar dollar), cukup untuk membuat seluruh penduduk di Norwegia menjadi miliuner. Bijak sekali dalam mengelola keuangan.

Finlandia

Finlandia diceritakan memiliki orang-orang yang introvert, pendiam, dan menyukai kesendirian. Mereka juga memiliki kegemaran untuk minum-minum dan bersauna. Selain itu, sejarah singkat ketika Finlandia berada di bawah Swedia dan ketika berperang menghadapi pasukan dari Rusia juga diceritakan di bab ini. Salah satu highlight dari Finlandia adalah pendidikan. Satu hal yang menjadi penyebab adalah kualitas dari guru yang minimal berpendidikan Master.

Swedia

Bab terakhir bercerita mengenai Swedia. Negara yang katanya dicemburui negara-negara tetangga di atas. Salah satu alasannya adalah adanya industri besar seperti Tetra Pak, H&M, Atlas Copco, Erikssson, Volvo, dan IKEA yang baru buka di Indonesia. Selain itu, isu multikulturalisme juga dibahas, apalagi jumlah imigran di Swedia paling banyak di antara negara Nordic lainnya.

Pada sisa bab ini, Booth juga menjelaskan mengenai stereotipe-stereotipe orang Swedia seperti tidak menyapa dan diam hening di jalan ataupun dalam transportasi umum.

Nah, kalau mengenai Swedia saya bisa memberi tambahan karena berkesempatan tinggal disini kurang lebih 2 tahun untuk belajar.

Kalau untuk pendidikan, universitas seperti KTH, Stockholm University, Uppsala University, dan Lund University masuk ke top universitas di dunia walaupun menurut saya ranking internasional tidak terlalu penting karena kualitas pendidikannya yang sudah merata. Berdasarkan cerita teman saya, seorang yang kuliah di universitas apa, bisa mengambil mata kuliah di universitas lain dengan mudah dengan credit yang bisa ditransfer.

Swedia juga relatif aman, walaupun selama tinggal di sini saya mengalami 3 kejadian tidak mengenakkan: lampu sepeda saya diambil, gembok sepeda saya dirusak (untung sepedanya enggak ikut hilang), dan tas saya hilang diambil ketika sedang makan di restoran cepat saji.

Yah, kurang lebih begitulah isi dari buku ini. Kalau bingung dengan tulisan saya, mungkin bisa membaca bukunya langsung. Tentunya buku ini bukanlah review sosiologi komprehensif tentang bagaimana masyarakat negara Nordic ini menjalani hidupnya. Jika ingin mengetahui bagaimana aslinya kehidupan mereka, bisa sebagai tamu sejenak dengan menjadi turis, ataupun tinggal untuk belajar dan bekerja di salah satu negara tersebut.

Salam.

One thought on “The Almost Nearly Perfect People

  1. Bal kalimat kamu yang bikin ngakak, “relatif aman tapi mengalami 3 kali kejadian tidak mengenakkan”. Cara membungkus kalimatnya yang unik sepertinya :D
    Jadi pengen baca bukunya :D nice share :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s