data driven

datadriven2

Beberapa saat yang lalu di salah satu saluran komunikasi kantor saya, terjadi perdebatan seru mengenai data driven company. Diskusi berkisar di definisi data-driven itu sendiri, apa manfaatnya, kenapa kita harus menjadi data-driven, dan bagaimana agar bisa menjadi data-driven company.

Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai data-driven, tentunya lebih baik untuk menyamakan persepsi terlebih dahulu mengenai definisi data-driven itu sendiri, karena tentunya masing-masing mempunyai definisinya sendiri. Berdasarkan Google (yang mengambil dari wikipedia), definisinya adalah sebagai berikut.

datadrivenyang kalau diterjemahkan secara bebas kurang lebih berarti mengambil keputusan berdasarkan data, bukan berdasarkan perasaan atau hanya mengikuti keputusan dari atasan atau orang yang kedudukannya lebih tinggi. Kalau ada sesuatu yang hendak diputuskan, terlebih dahulu cari data atau lakukan eksperimen.

Dalam konteks technology company, biasanya data-driven diwujudkan dalam bentuk A/B testing. Misalkan kita ingin tahu apakah tombol berwarna merah atau hijau yang lebih meningkatkan sales. Kita bagi dua saja dua saja traffic yang masuk ke 2 versi website dengan warna tombol yang berbeda. Setelah terkumpul jumlah sampel yang cukup, kita lakukan statistical test dan lihat versi mana yang lebih bagus. Bukan langsung memilih warna merah karena itu warna kesukaan boss kita.

Namun menurut saya sendiri, definisi data-driven yang paling pas itu yang diinspirasi dari bayesian method.

posterior belief is proportional to prior belief times likelihood.

Jadi keputusan yang kita ambil jadinya adalah kombinasi dari prior belief kita, hal yang kita sendiri percayai tanpa melihat data terlebih dahulu (walaupun sebenarnya ini adalah bentuk internalisasi semua kumpulan data yang pernah kita alami sebelumnya), kemudian di-update dengan hasil atau data terbaru yang sesungguhnya terjadi.

Bagaimana prakteknya? Mari kita ambil contoh Zlatan Ibrahimovic yang kini membela Manchester United.

ibrahimovic-ke-mu-730x480_c
Zlatan dengan kaus MU

Prior belief itu berguna agar kita tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan dengan hasil/data yang masih sedikit. Kalau tanpa prior dan kita mengamati Zlatan tidak mencetak gol dalam 3 pertandingan terakhir, maka keputusan yang diambil adalah kita tidak memainkannya kembali untuk pertandingan berikutnya. Padahal kalau kita lihat rekam jejaknya, Ibra bisa mencetak di lebih dari 30 pertandingan sepanjang musim. Dengan prior belief ini seharusnya kita tetap memainkan Zlatan untuk pertandingan berikutnya.

Nah, tapi kalau misalkan hingga 35 pertandingan ternyata Zlatan tidak bisa mencetak gol sama sekali, maka kita sudah mempunyai observasi atau data yang cukup (the likelihood term). Maka keputusan yang tepat mungkin adalah tidak memainkan Ibra kembali.

(Untuk yang familiar dengan teknisnya, kita bisa modelkan peluang Zlatan mencetak gol diambil dari binomial distribution, dan memiliki conjugate prior beta distribution dengan alpha dan beta bisa diambil dengan jumlah pertandingan yang di mana Zlatan mencetak gol di musim sebelumnya) .

(Ini hanyalah contoh belaka, bukan jinx. Penulis sangat berharap Zlatan bisa mencetak banyak gol sehingga MU bisa meraih gelar juara Liga Premier musim ini dan Liga Champion musim depan. GGMU)

Bagaimana contohnya di kehidupan nyata? Misalkan kita mau pasang iklan di berbagai website untuk mempromosikan produk kita. Berdasarkan data dari similarweb kita tahu website mana saja yang mempunyai traffic tinggi. Kita kemudian bisa memasang di beberapa website yang memiliki traffic tinggi. Akan tetapi, setelah beberapa saat kita bisa evaluasi iklan dari website mana yang sebenarnya berhasil meningkatkan metrik penjualan kita. Kira-kira begitu.

Happy data-driving.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s