Bajakan

Saya baru dikasih tahu kalau ternyata KTH sudah berlangganan Office 365, sehingga mahasiswanya seperti saya bisa menggunakan produk Microsoft Office seperti Word, Excel, dan PowerPoint secara gratis dan legal, selama saya masih menjadi mahasiswa di sana.

Wah ini tentunya asyik sekali. Walau saya pendukung gerakan open source, saya rasa Microsoft Office adalah program office paling bagus untuk dipakai dibandingkan alternatif lainnya seperti Open Office, Libre Office, atau Google Docs.

Dengan ini berkuranglah produk bajakan yang saya pakai. Setelah OS Microsoft Windows dapat dari MSDN AA, video game beli di Steam, musik dengar di Spotify, dan nonton film di Netflix. Sekarang yang saya bajak tinggal produk hiburan dari Jepang.

Mengapa harus pakai produk asli? Pertama, kita mendapatkan ketenangan secaral moral dan legal. Secara moral karena pembajakan itu sama seperti mencuri, dan secara legal karena tidak perlu takut pintu rumah digedor oleh polisi. Selain itu memakai software asli tentunya lebih aman dibandingkan software bajakan yang didapat entah dari mana yang mungkin sudah disusupi virus atau malware lainnya.

Saya setuju dengan kata Gabe Newell, salah satu pendiri Valve, yang punya Steam. Katanya, “Piracy is a service problem”. Kalau kita bisa mendapatkan produk asli dengan lebih mudah dibandingkan produk bajakan (apalagi murah atau gratis), pasti orang akan lebih memilih yang asli.

Bagaimana dengan Indonesia, yang katanya tingkat pembajakan software nomor 2 tertinggi di dunia, apakah bisa mengurai konsumsi bajakan? Menurut saya bisa. Contoh nyatanya orang beberapa tahun lalu mau membayar beberapa puluh ribu untuk memasang ringtone atau ring back tone (ketik reg spasi blablabla) dengan cara memotong pulsa. Hal yang sama bisa diterapkan untuk pembelian produk atau software asli.

Demikian celotehan malam2…