Tips Hidup Hemat di Stockholm

Stockholm, dan Swedia secara keseluruhan, merupakan kota dan negara yang mempunyai biaya hidup yang cukup mahal (walau mungkin belum semahal tetangganya Denmark dan Norwegia). Apalagi untuk mahasiswa yang hanya mengandalkan beasiswa dan/atau belum bekerja. Harus pintar2 mengatur pengeluaran agar cukup setiap bulannya.

Berdasarkan pengalaman pribadi saya, ada beberapa teknik yang bisa digunakan untuk hidup hemat di Stockholm. Berikut ulasannya.

1. Hemat beli barang

Terutama untuk mahasiswa yang baru datang, biasanya ada banyak barang kebutuhan hidup yang harus dibeli di awal. Biasanya salah satunya adalah barang perabotan untuk kamar, dapur, dan kamar mandi. Untuk tipe barang seperti ini, jangan lewatkan untuk singgah dan berbelanja pertama kali di IKEA. Ada 2 IKEA di Stockholm, Kungens Kurva di Selatan dan Barkarby di Utara. Silakan pilih yang terdekat.

ikea
IKEA di Stockholm dan cabangnya yang baru buka di Alam Sutra, Indonesia.

Bagaimana dengan barang-barang lain seperti jaket winter dan sepatu? Kalau itu bisa dicari di loppis, semacam garage sale versi orang Swedia, dimana orang-orang banyak menjajakan barang bekas. Meskipun bekas, kualitasnya biasanya relatif masih bagus, orang Swedia biasanya juga jualnya jujur, dan harganya tentu lebih miring dibanding toko, walau harus untung-untungan. Loppis yang digelar di luar ruangan biasanya adanya sepanjang summer, walaupun ada juga yang dilakukan indoor ketika sudah musim gugur.

loppis
Foto poster promosi loppis dan foto contoh dagangan yang dijual.

Bagaimana kalau kelewatan? Untungnya ada toko yang namanya Myrorna. Ini toko barang bekas yang buka sepanjang tahun, walau barang yang dijual biasanya juga mengikuti musim. Sama seperti loppis, di sini kita bisa membeli barang dengan harga yang lebih murah, cuma kekurangannya harga tidak bisa ditawar.

myrorna
Satu dari banyak myrorna yang tersebar di seluruh Stockholm. Saya pernah dapat 2 buah raket badminton dengan harga murah.

Sedikit peringatan, hati-hati kalau misalkan membeli barang bekas yang bersentuhan dengan kulit seperti baju atau kasur karena Stockholm dulu pernah terjadi diinvasi oleh bed bugs, serangga kecil penghisap darah.

Kalau mau lebih hemat lagi, biasanya mahasiswa yang sudah selesai meninggalkan banyak barang yang tidak bisa dibawa pulang ataupun tidak sempat dijual. Barang turunan seperti ini tentunya bisa diperoleh secara gratis. Kontak PPI di kota tinggalmu untuk mendapatkan informasi tentang barang tersebut.

2. Hemat di Swalayan

Berdasarkan hasil observasi saya selama 22 bulan, swalayan Lidl yang aslinya dari Jerman, adalah swalayan yang termurah untuk kebanyakan barang seantero Stockholm. Keluhannya biasanya variasi barang yang tidak sebanyak swalayan lain, dan jumlah dan lokasinya yang lebih jarang, jika dibanding swalayan tandingan macam ICA.

Swalayan di Swedia juga kebanyakan tidak memberikan kantong plastik secara gratis, harus tambah 1-5 kron lagi tergantung ukuran dan bahannya. Oleh karena itu sebaiknya dikumpulkan sehingga lebih hemat dan tentunya ramah lingkungan.

Selain itu, kalau belanja minuman berbotol disini biasanya dikenakan biaya tambahan 1-2 kron, tergantung ukuran dari botolnya. Nah, botol-botol tersebut dikumpulkan, kemudian dimasukkan ke mesin bisa ditukar dengan voucher yang nantinya bisa dipakai belanja di swalayan yang bersangkutan. Lumayan kan.

bottle
Botol-botol sebanyak 1 kantong tersebut dimasukkan ke mesin di tengah, hasilnya 26 kron. Lumayan buat nambah belanja.

3. Hemat makan

Nah, kalau ini memang keuntungan tinggal di kota yang ada KBRI-nya. Ada acara hari besar apapun, Idul Fitri, Natal, HUT RI, biasanya KBRI mengadakan acara dan tentunya ada acara makan-makannya yang jumlahya berlimpah. Bisa buat makan untuk satu hari, apa lagi kalau boleh bungkus. Lebih awet lagi.

Demikian cara yang saya tahu. Apakah dari teman2 pembaca punya teknik lainnya?

Salam.

whitelines

Post kali ini saya mau promosi buku tulis whitelines. Perbedaan mendasar buku tulis buatan Swedia ini dengan buku tulis lain pada umumnya adalah warna garisnya. Kalau buku tulis lain garisnya biasanya berwarna hitam, maka whitelines, surprise surprise, garisnya berwarna putih.

WL72_web_produkt20150515_15305220150515_153130

Hal ini ternyata mempunyai keunggulan tidak mengganggu tulisan. Begitu di-fotokopi atau di-scan, garisnya tidak akan terlihat sehingga tulisan kita lebih bersih dan tetap lurus. Ini juga memudahkan ketika misalkan kita mau menjalankan OCR (Optical Character Recognition) ke tulisan kita nanti. Kombinasi garis putih dan warna kertas yang agak abu-abu ini ternyata lebih tidak melelahkan mata berdasarkan hasil penelitian.

Selain itu, kelebihan lainnya adalah kertasnya cukup tebal sehingga tidak tembus dengan pulpen gel, ada garis putus-putus di pinggir kertas agar gampang dirobek (tapi ini hampir ada di semua buku tulis di Swedia). Selain itu buku ini eco-friendly karena proses produksinya menghasilkan 0 emisi karbon. Cuma kekurangannya adalah harganya yang relatif mahal (60 kr untuk buku ukuran A5, isi 70 lembar).

Ada juga variannya yang punya kemampuan untuk bisa di-scan otomatis menggunakan apps di smartphone, whitelines link.

Bisa jadi oleh-oleh kalau ada yang teman atau saudara yang berkunjung ke Swedia.

Sekian iklan tidak dibayar.

The Almost Nearly Perfect People

Pada post kali ini, saya akan coba mengulas buku dengan judul The Almost Perfect People: The Truth about Nordic Miracle karya Michael Booth. Ini buku pertama yang saya tamatkan di tahun 2015. Di goodreads saya pasang target untuk baca setidaknya 6 buku tahun ini, berkurang setengah dari target tahun lalu yang gagal tercapai.

Buku ini menceritakan kisah 5 negara di penjuru Eropa Utara yang belakangan mendapat sorotan internasional. Michael Booth menyebutnya sebagai Nordic Miracle. Contohnya, Denmark adalah negara paling bahagia di muka bumi, walaupun memiliki pajak salah satu paling tinggi di dunia. Finlandia memiliki salah satu pendidikan terbaik di dunia. Norwegia tidak kalap mata dan membangun gedung2 tinggi walaupun memiliki kekayaan dari minyak. Tak lupa Swedia, negara dengan persamaan gender paling baik. dan Islandia, yang pulih dari krisis ekonomi di tahun 2008.

Michael Booth menceritakannya menjadi 5 bab untuk masing-masing negara. Mari kita tilik satu persatu.

cover
Cover bukunya

Denmark

Berhubung penulisnya pernah tinggal lama, lebih dari sepuluh tahun, di Copenhagen, ibukota Denmark, maka bab mengenai negara ini adalah bab terpanjang dari buku ini. Bab ini banyak bercerita tentang bagaimana Denmark bisa menjadi salah satu negara paling bahagia di dunia.

Alasan pertama adalah dari mentalitas dari orang Denmark yang mencari kebahagiaan di dalam setelah mengalami banyak kehilangan. Sejarahnya Denmark pada era viking pernah memiliki daerah kekuasaan yang luas, meliputi seluruh Skandinavia hingga Inggris. Epik Viking ini bisa dinikmati di komik Vinland Saga. Akan tetapi, Denmark mulai satu per satu kehilangan daerahnya pada masa perang hingga hanya memiliki daerah seperti sekarang. Hal inilah yang menyebabkan mentalitas yang diringkas ke dalam kalimat

Hvad udad tabes, skal indad vindes

yang kurang lebih artinya, “What was lost without will be found within”.

Vinland_Saga_volume_01_cover

Selain itu, alasan berikutnya adalah kesetaraan sosial. Berdasarkan data Bank Dunia, Denmark adalah salah satu negara dengan Gini index terendah, yang berarti distribusi pendapatan yang diterima antara yang paling kaya dan yang paling miskin merata (tidak seperti kasus dimana 1% populasi menguasai 99% pendapatan). Hal ini mungkin ditambah tingkat kepercayaan orang Denmark yang tinggi kepada pemerintahannya untuk mengelola pajak untuk dana pendidikan, kesehatan dan lain-lain.

Denmark juga salah satu peminum berat. Mungkin itu juga bisa jadi alasan.

Islandia

Islandia diceritakan baru pulih setelah dihantam krisis ekonomi tahun 2008. Selain itu, orang Islandia ternyata banyak yang percaya klenik, seperti elves.

Tapi mungkin salah satu yang paling menonjol dari Islandia adalah pariwisata dari keindahan alamnya. Berdasarkan pengakuan yang pernah ke sana, alam Islandia itu bagus sekali. Karena saya belum pernah menyaksikan sendiri, berikut potongan foto-foto yang diambil tanpa izin dari Google.

vatnajokull bluelagoon northern-lights-ronni

Norwegia

Fokus pertama Booth pada Norwegia adalah mengenai kasus Anders Breivik, pelaku pembunuhan total 77 orang  imigran. Hal ini menyebabkan, dan mempertanyakan masa depan multikulturalisme di Norwegia.

Hal menarik dari Norwegia adalah kekayaan minyaknya. Norwegia adalah salah satu negara pengekspor minyak terbesar di dunia. Akan tetapi, hanya 4% keuntungan minyak itu digunakan untuk konsumsi. Sisanya digunakan untuk membeli saham perusahaan di seluruh dunia. Hal ini dilakukan terus menerus hingga Oil Fund menjadi dana asing terbesar di dunia (890 miliar dollar), cukup untuk membuat seluruh penduduk di Norwegia menjadi miliuner. Bijak sekali dalam mengelola keuangan.

Finlandia

Finlandia diceritakan memiliki orang-orang yang introvert, pendiam, dan menyukai kesendirian. Mereka juga memiliki kegemaran untuk minum-minum dan bersauna. Selain itu, sejarah singkat ketika Finlandia berada di bawah Swedia dan ketika berperang menghadapi pasukan dari Rusia juga diceritakan di bab ini. Salah satu highlight dari Finlandia adalah pendidikan. Satu hal yang menjadi penyebab adalah kualitas dari guru yang minimal berpendidikan Master.

Swedia

Bab terakhir bercerita mengenai Swedia. Negara yang katanya dicemburui negara-negara tetangga di atas. Salah satu alasannya adalah adanya industri besar seperti Tetra Pak, H&M, Atlas Copco, Erikssson, Volvo, dan IKEA yang baru buka di Indonesia. Selain itu, isu multikulturalisme juga dibahas, apalagi jumlah imigran di Swedia paling banyak di antara negara Nordic lainnya.

Pada sisa bab ini, Booth juga menjelaskan mengenai stereotipe-stereotipe orang Swedia seperti tidak menyapa dan diam hening di jalan ataupun dalam transportasi umum.

Nah, kalau mengenai Swedia saya bisa memberi tambahan karena berkesempatan tinggal disini kurang lebih 2 tahun untuk belajar.

Kalau untuk pendidikan, universitas seperti KTH, Stockholm University, Uppsala University, dan Lund University masuk ke top universitas di dunia walaupun menurut saya ranking internasional tidak terlalu penting karena kualitas pendidikannya yang sudah merata. Berdasarkan cerita teman saya, seorang yang kuliah di universitas apa, bisa mengambil mata kuliah di universitas lain dengan mudah dengan credit yang bisa ditransfer.

Swedia juga relatif aman, walaupun selama tinggal di sini saya mengalami 3 kejadian tidak mengenakkan: lampu sepeda saya diambil, gembok sepeda saya dirusak (untung sepedanya enggak ikut hilang), dan tas saya hilang diambil ketika sedang makan di restoran cepat saji.

Yah, kurang lebih begitulah isi dari buku ini. Kalau bingung dengan tulisan saya, mungkin bisa membaca bukunya langsung. Tentunya buku ini bukanlah review sosiologi komprehensif tentang bagaimana masyarakat negara Nordic ini menjalani hidupnya. Jika ingin mengetahui bagaimana aslinya kehidupan mereka, bisa sebagai tamu sejenak dengan menjadi turis, ataupun tinggal untuk belajar dan bekerja di salah satu negara tersebut.

Salam.

ICPR

International Conference on Pattern Recognition (ICPR) 2014 diadakan di Stockholm pada tanggal 24-28 Agustus silam. ICPR merupakan salah satu konferensi di bidang Pattern Recognition dan Machine Learning yang terbesar, selain Neural Information Processing Systems (NIPS) dan International Conference on Machine Learning (ICML) atau saudaranya di bidang Computer Vision seperti Computer Vision and Pattern Recognition (CVPR), International Conference on Computer Vision (ICCV), dan European Conference on Computer Vision (ECCV). Tempat penyelenggaraannya adalah di Waterfront Congress center yang terletak di jantung kota Stockholm

Pada tahun ini penyelenggaranya adalah Uppsala University, Lund University, dan Linkoping University. Kebetulan salah satu chair pada konferensi tersebut adalah professor dari KTH. Maka dibukalah penawaran relawan untuk membantu penyelenggaran konferensi ini kepada semua mahasiswa yang mengambil kelas Image Analysis and Computer Vision tahun 2013 lalu. Karena tertarik maka saya ikut mendaftar menjadi salah satu dari relawan.

Tugas dari relawan antara lain adalah: menjaga registration desk, menjadi guide selama acara konferensi berlangsung, menjaga ruang penitipan jaket (plus tas dan barang lain-lain) atau cloak room, membantu pada sesi presentasi dengan mendistribusikan mic untuk presenter dan pada saat sesi tanya jawab, dan membantu memasang serta melepas poster. Relawan tidak mendapatkan upah, namun memiliki keuntungan bisa mengikuti seluruh kegiatan konferensi, termasuk acara banquet yang konon biaya totalnya bisa mencapai lebih dari 10000 SEK.

conference gears
Conference gears, yang antara lain isinya buku program, name tag, tas, dan flash disk berisi proceeding. Kaus keren eksklusif hanya didapat oleh relawan.

Seperti konferensi pada umumnya, terdapat plenary speech dari invited speaker yang merupakan expert pada bidangnya. Terdapat juga oral session untuk sekitar 200an paper yang diterima dan 600an paper untuk poster session. Sayang sekali saya tidak menemukan orang Indonesia yang presentasi di sini.

20140828_143611
Professor Stan Z. Li dari National Laboratory of Pattern Recognition memberikan plenary speech pada hari terakhir mengenai perkembangan terkini dari face recognition.
poster session
Sesi poster
oral session
Sesi presentasi oral. Yang di kiri belum banyak orang karena belum mulai.

Ada satu poster menarik tentang iris spoofing yang menyebutkan Indonesia di bagian latar belakangnya. Saya ingat ketika mengambil data untuk eKTP salah satu yang diambil adalah iris, tapi belum tahu kalau ternyata teknologi iris recognition sudah dipakai.

indonesia poster

Pada hari ketiga malam harinya diadakan banquet atau gala dinner. Acara diisi dengan penyerahan penghargaan untuk Best Paper dari semua track, serta pengangkatan presiden baru untuk International Association of Pattern Recognition (IAPR).

banquette
Menu santap malam. Pembuka: Marinated Char, Utama: Crispy Duck Breast, Penutup: Chocolate and Truffle Cake. Makanannya enak walaupun daging bebeknya terlalu kenyal (kata saya).

Acara ditutup dengan hiburan dari grup musik asal Swedia, Timoteij.

20140827_225558

ICPR yang berikutnya akan diadakan tahun 2016 di Cancun, Mexico. Semoga dapat kesempatan lagi untuk mengikuti.

cancunn
Stand ICPR 2016 dan foto cakep Cancun dari atas tempat lokasi penyelenggaraan yang saya ambil dari 500px.com

Foto (yang ada sayanya aja)

2014-08-28 213531
Foto relawan bersama. Karena tidak semua relawan bisa bertugas setiap hari, maka yang difoto ini adalah yang kebetulan ada hari Rabu saja.
IMG_1009-m
Briefing satu hari sebelum penyelenggaraan.
2014-08-25 185450
Mengumpulkan tiket masuk untuk welcome reception di Stockholm city hall.

Galeri foto lainnya bisa dilihat di http://www.cb.uu.se/~kristina/ICPR/demo.php

Personnummer

Personnummer atau Personal Identification Number adalah nomor tunggal pengenal identitas diri yang dipakai di Swedia atau istilah kerennya Single Identity Number. Nomor ini dipakai untuk data kependudukan dan digunakan untuk berbagai keperluan seperti sekolah, bank, dan asuransi. Saya pernah diberi tahu kalau bedanya personnummer dengan nomor KTP di Indonesia adalah kalau personnummer kita pasti ingat nomornya sedangkan nomor KTP kita tidak pernah ingat. Ini bisa jadi indikasi bahwa personnummer itu tingkat ke-penting-an-nya sangat tinggi sehingga kita memang butuh mengingatnya karena penggunaannya yang masif, terstruktur, dan sistematis pada kehidupan sehari-hari. Atau memang karena nomornya lebih pendek dari nomor KTP.

Penjelasan lebih dalam dan teknis mengenai personnummer bisa dilihat pada presentasi di bawah.

Untuk kegunaan personnummer yang digunakan dalam riset bisa dilihat di slide presentasi di bawah.

Untuk mendaftar personnummer bagi kaum pendatang, kita harus datang ke kantor pajak atau skatteverket dengan membawa passport, residence permit, dan bukti tinggal di Swedia lebih dari 1 tahun (notification of selection untuk student). Nah, syarat terakhir ini yang membuat agak ‘tricky’ untuk mendapat personnummer. Salah satu kisah nyata perjuangan untuk mendapatkan personnummer bisa dibaca di sini: http://fajriahnur.wordpress.com/2014/05/18/cerita-daftar-personnummer/

skatteverket
Lokasi kantor skatteverket yang ada di sekitar Stockholm

Keuntungan memiliki personnummer cukup beragam, seperti (konon) biaya kesehatan yang jauh lebih murah. Yang ini saya belum bisa buktikan karena Alhamdulillah saya belum pernah ke dokter. Sekarang saya akan cerita tentang kegunaan personnummer yang pernah saya gunakan selain untuk buka akun bank.

1. Kartu SL

Transportasi dalam kota Stockholm yang terdiri dari bis, metro (tunnelbana), commuter rails (pendeltag), dan kapal, semuanya menggunakan kartu SL. Kartu SL ini bisa dibeli di minimarket seperti pressbyran atau SL center yang terdapat di beberapa stasiun tunnelbana dengan harga 20 SEK. Setelah dibeli, kartu SL bisa diisi dengan uang (reskasssa/travel fund) untuk melakukan pembayaran pada setiap kali perjalanan. Untuk perjalanan pada satu zona yang sama dikenakan biaya sebesar 2 kupon atau 25 SEK (1 kupon 12.5 SEK). Jika melewati zona yang berbeda maka biayanya 3 kupon dan jika dari zona A ke C atau sebaliknya dikenakan 4 kupon. Masuk ke daerah lain seperti Uppsala, dikenakan tiket tambahan lagi.

sl card
Kartu SL keren

Alternatif lain selain menggunakan travel fund adalah membeli periodbiljett atau season ticket (atau tiket abodemen kalau bahasa KRL jabodetabek jaman dulu). Tiket dimulai dari 115 SEK untuk 24 jam, 230 SEK untuk 72 jam, 300 SEK untuk 1 minggu, 790 SEK untuk 1 bulan, dan 2300 SEK untuk 3 bulan, Pelajar mendapat diskon untuk tiket 1 bulan menjadi hanya 560 SEK dan tiket 3 bulan menjadi 1540 SEK. Season ticket dan travel fund bisa diisi ditempat kartu tersebut dibeli atau di mesin tiket yang tersedia di semua stasiun tunnelbana.

ticket machine
Mesin untuk membeli tiket yang di-load ke dalam kartu SL. Pembayaran bisa menggunakan kartu dengan logo Visa atau Maestro.
zone map
Peta moda transportasi yang dibagi menjadi Zona A, B, dan C. Kalau menggunakan tiket bulanan sih tidak perlu pusing memikirkan apakah daerah tujuannya termasuk zona yang mana.

Nah, kalau misalkan kita sudah beli tiket SL kemudian diisi tiket untuk perjalanan selama 3 bulan. Kemudian kartu tersebut hilang setelah baru dipakai hanya 1 hari, wah kalau saya pasti nangis darah. Agar amannya, kartu SL bisa didaftarkan di website SL, tentunya dengan menggunakan personnummer.

Buka website sl.se kemudian pilih menu Mitt SL.

sl.se

Daftar akun baru dengan mengklik skapa konto kemudian mengisi data diri dengan benar (jangan lupa personnummer-nya).

create account

Setelah itu seharusnya ada email dari SL yang berisi kode aktivasi. Masukkan.

activate account

Setelah itu Anda bisa log-in dengan username dan password yang sudah diisi tadi.

login

Registrasi kartu Anda dengan memasukkan 10 digit kode angka yang ada di belakang kartu SL. Kasih nama juga yang bagus.

sl card back

register card

Kartu yang sudah didaftarkan akan terlihat di atas beserta isi tiket yang ada di dalamnya. Kita bisa mendaftarkan lebih dari satu kartu ke dalam sistem.

list card

Jika kartu Anda hilang, jangan panik. Klik kartu yang hilang tersebut di menu atas dan pilih Forlustanmal kort untuk memblok kartu yang hilang plus mengirimkan kartu baru ke alamat rumah kita. Loh, tahu dari mana dia alamat rumah kita? Tentunya dari nomor personnummer yang kita gunakan. Berdasarkan pengalaman saya pribadi, kartu baru sampai ke kediaman rumah dalam waktu 3 hari. Enak kan…

block card

2. Kartu Perpustakaan

Setelah kita memiliki personnummer, kita dapat membuat kartu perpustakaan secara gratis, tanpa biaya apapun, agar bisa meminjam pada lebih dari 40 perpustakaan yang tersebar di seluruh penjuru Stockholm. Jumlah buku yang bisa dipinjam dalam satu waktu adalah 50 buku. Lama waktu peminjaman adalah sekitar 4 minggu yang bisa diperpanjang sebanyak 2 kali (kecuali bukunya sudah direservasi orang lain), bisa menggunakan mesin yang sama untuk meminjam buku atau diperpanjang secara online. Buku yang sudah dipinjam dapat dikembalikan di perpus manapun yang Anda mau. Agar tidak repot mencari bukunya (kecuali Anda petualang yang senang menemukan buku-buku menarik tak terduga) di rak-rak yang jumlah banyak, Anda bisa melakukan reservasi buku secara online dengan biaya hanya 10 SEK.

Koleksi buku apa saja yang ada di perpus dapat dilihat di website https://biblioteket.stockholm.se/

biblioteket.se

Untuk mendapatkan kartu perpus, pertama kita harus registrasi secara online di https://biblioteket.stockholm.se/en/user/register

register library

Kemudian datangi perpus terdekat dan minta kartu Anda pada bagian informasi. Jika sudah maka Anda akan mendapat kartu perpus keren seperti ini. Gampang kan…

library card
Kartu perpus keren.

Ini contoh buku yang saat tulisan ini dibuat sedang dipinjam.

books
Dari kiri atas ke kanan bawah. I, Robot oleh Isaac Asimov; Flatland oleh Edwin Abbott; Time Machine oleh H.G. Wells; Black Jack oleh Osamu Tezuka; dan Time Out of Joint oleh Philip K. Dick

Semoga berguna. Salam.

Pengalaman kuliah di swedia

Pada post kali ini, saya hendak membagi sedikit pengalaman saya dan hal-hal menarik yang saya temui setelah kurang lebih selama 7 bulan atau 28 purnama melanjutkan kuliah tingkat Master untuk program Machine Learning di KTH Royal Institute of Technology di Stockholm, Swedia.

Latar belakang

Semua itu bermula dan diawali dengan saya mendaftarkan diri kuliah di universitas di Swedia pada awal Januari 2013. Pendaftaran dilakukan di satu tempat terpadu, yaitu university admission (https://www.universityadmissions.se/intl/start) dengan membayar biaya pendaftaran sekitar 900 SEK. Untuk biaya kuliah dan biaya hidup, saya mendaftar ke beasiswa Swedish Institute (http://studyinsweden.se/scholarship/swedish-institute-study-scholarships/)

universityadmission

si scholarship

Setelah pengumuman penerimaan universitas lewat website, datanglah paket, kotak merah, dari KTH yang isinya kurang lebih kalendar, buku petunjuk mahasiswa baru, dan flash disk berisi video profil KTH.

kotakmerahkth.

Seminggu setelah pengumuman universitas, keluarlah pengumuman untuk beasiswa, dan Alhamdulillah nama saya keluar sebagai salah satu penerima dari Indonesia, bersama 14 teman saya lainnya.

Berangkatlah saya ke Swedia pada tanggal 15 Agustus 2013, di penghujung, akhir musim panas.

Tujuhbelasan

Karena saya berangkat sebelum tanggal 17 Agustus, maka saya merasakan tujuhbelasan di negeri orang. Melihat bendera merah putih berkibar di negeri orang adalah pengalaman yang cukup berkesan.

merahputih

Di kota Vienna ternyata ada bendera merah putih juga yang berkibar. Namun, ternyata itu adalah bendera kota Vienna itu sendiri.

benderavienna

Perkuliahan

kthdaridepan

Beban kuliah saya adalah 120 ECTS (European Credit Transfer and Accumulation System). Jika dibagi kedalam 2 tahun, maka saya harus menyelesaikan 60 credit untuk tahun pertama, 30 credit untuk semester 3, dan 30 credit sisanya untuk thesis.

Kuliah di dalam setahun dibagi menjadi 2 semester. Masing-masing semester dibagi lagi menjadi 2 period dimana masing-masing period kurang lebih berjalan selama 2 bulan. Dalam 1 period normalnya mengambil 2 mata kuliah yang masing-masing bebannya 7.5 credit walaupun hal ini bergantung dari mata kuliah dan program masing-masing.

Hal menarik lainnya adalah ujian akhir bisa berlangsung hingga 5 jam. Tak jarang mahasiswa membawa botol air minum dan makanan ringan agar bisa bertahan duduk mengerjakan soal selama itu. Selain itu ujian biasanya bisa diulang, dengan jarak sekitar 1 bulan setelah ujian sebelumnya berakhir, istilahnya reexam (walaupun saya belum pernah coba).

Yang menarik lagi, sistem perkuliahan di KTH menganut academic quarter, atau kuliah dimulai 15 menit dari waktu yang ditetapkan. Dan setiap satu jam sekali akan ada istirahat sekitar 15 menit. Hal ini sangat membantu apalagi kalau jadwal kuliahnya panjang langsung 4 jam. Bisa teler kalau tidak ada istirahat.

Perpustakaan

Setelah mendaftar ke kantor pajak Swedia (skatteverket) dan memiliki personnummer, maka kita bisa mendaftar dan meminjam buku dari perpustakaan Stockholm. Buku dapat dipinjam dari perpus manapun dan juga dapat dikembalikan ke perpus mana saja yang kita mau. Perpustakaan di Stockholm sendiri jumlahnya banyak, hampir tiap kommun memiliki perpus tersendiri. Namun yang terbesar tentunya adalah Perpus publik Stockholm atau Stockholm Stadsbiblioteket.

perpus

Kartu

Orang Swedia suka kartu. Total saya punya 13 kartu baru sejak datang ke Swedia.

kartu

Transportasi

Transportasi di Stockholm sangat bagus, dimana jumlah angkutan yang tersedia banyak dan memiliki jadwal yang tepat. Rute transportasi juga menjangkau hingga daerah-daerah terjarang di Stockholm. Namun kualitas yang bagus itu harus dibayar dengan harga tiket yang tidak murah. Satu kali naik sarana transportasi untuk zona yang sama harganya sekitar 36 SEK dan harga tiket bulanan untuk pelajar adalah 560 SEK atau hampir 1 juta rupiah.

kereta

Masjid

Ada masjid di Stockholm yang terletak di daerah Medborgarplatsen. Bisa dijangkau dengan menggunakan tunnelbana jalur hijau berhenti di Medborgarplatsen atau menggunakan bis nomor 59 arah Norra Hammarbyhamen. Khutbah jum’at biasanya menggunakan bahasa Arab, yang kemudian diterjemahkan ke bahasa Swedia.

masjid

Pos

Disini Swedia tidak ada lagi kantor pos. Sebagai gantinya, tersedialah banyak kotak surat di semua penghujung kota dimana masyarakat tinggal memasukkan surat kedalamnya yang kemudian akan diambil dan diantarkan oleh petugas setiap waktu tertentu. Perangko sendiri bisa dibeli di toko minimarket seperti Seven-Eleven dan pressbyran atau supermarket seperti ICA dan Co-op.

kotakpos

Stockholm

Kota Stockholm sendiri adalah kota yang sangat indah dan nyaman untuk dihuni. Berikut sedikit cuplikan kondisi Stockholm dari berbagai waktu dan tempat.

halloween

lampuwinter

3seasons

collage stockholm

Internet

Internetnya juga cukup kencang disini.

speedtest

Yak, demikian yang bisa saya utarakan pada post kali ini. Post berikutnya akan kembali membahas mengenai Machine Learning dan kerabatnya (kalau saya enggak malas). Untuk penutup, tinggal di luar negeri tidaklah mudah namun sangat layak untuk diperjuangkan. Hal yang diperoleh tidak hanya dalam bentuk ilmu yang didapat di kelas saja namun juga dari pengalaman bagaimana ketika kita berhadapan dan merasakan semua hal yang sebelumnya belum pernah ditemui. Hal ini bisa dalam bentuk pergaulan dengan orang-orang yang lebih beragam lagi latar belakangnya dibanding yang ditemui dari tempat asal namun juga kondisi geografis dan lingkungan yang bisa sangat berbeda dan membuat takjub walau padahal sebenarnya kita masih tinggal di planet yang sama.

Salam.